9 Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas

PROFIT.web.id – Salah satu tips sukses dalam berinvestasi adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing instrumen. Dengan begitu kita bisa menilai apakah sebuah investasi cocok dengan tujuan kita berinvestasi.

Nah, salah satu bentuk investasi yang sangat populer di Indonesia adalah logam mulia, terutama dalam bentuk emas. Sama seperti jenis investasi lainnya, emas juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Lalu kira-kira apa saja kelebihan dan kekurangan investasi emas dibanding jenis investasi lain seperti saham atau reksa dana? simak penjelasannya berikut ini yuk!

kelebihan dan kekurangan investasi emas

Keuntungan Investasi Emas

1. Mudah dicairkan

Satu kelebihan utama emas adalah sifat likuiditasnya yang tinggi. Ini artinya emas dapat dengan mudah dicairkan dan dikonversikan menjadi uang tunai kapan saja dan di mana saja di seluruh dunia. Kita bahkan bisa menjual emas secara instan melalui aplikasi jual beli emas online.

Tidak hanya itu, emas juga bersifat universal. Artinya emas diakui dunia sebagai barang berharga sehingga mudah ditukar atau dijual di mana saja, tidak hanya di tempat kita membelinya saja.

2. Nilainya stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya

Emas termasuk jenis investasi yang nilainya stabil seiring berjalannya waktu. Hal ini dimungkinkan karena bahan baku emas yang memang memiliki nilai jual dan berharga di mata masyarakat.

Tidak cuma stabil, harga emas juga cenderung naik mengikuti inflasi, makanya emas menjadi salah satu jenis investasi yang banyak disukai orang-orang.

3. Tahan inflasi

Dengan harganya yang cenderung stabil, emas akan sangat berguna untuk melindungi kekayaan dari inflasi akibat krisis ekonomi. Saat terjadi inflasi, harga emas malah cenderung naik dan menjadi lebih mahal. Hal ini tentu berbeda dibanding uang tunai yang nilainya malah akan semakin tergerus saat terjadi inflasi.

4. Risiko kecil

Emas menjadi salah satu investasi favorit karena risikonya tergolong sangat kecil dibanding investasi lainnya. Meski bisa mengalami fluktuasi harga, sangat jarang emas mengalami peningkatan atau penurunan nilai yang sangat drastis dalam waktu singkat.

Jika harga emas turun jauh pun, kita masih bisa menyimpan emas dalam jangka waktu yang lebih lama sampai harganya normal kembali.

5. Bisa dimulai dengan nominal kecil

Dulu emas dijual dengan nominal terkecil 1 gram. Dengan harga yang relatif besar, sulit bagi orang dengan penghasilan pas-pasan untuk bisa melakukan investasi emas tanpa menabungnya terlebih dahulu.

Kini ada banyak emas batangan yang dijual dengan berat di bawah 1 gram. Dengan harga yang jauh lebih murah, tentu ada lebih banyak orang yang dapat memiliki emas.

Tidak hanya itu, adanya aplikasi jual beli emas online kini bahkan membuat siapa saja bisa mulai menabung emas sejak dini. Tidak tanggung-tanggung, kita bisa membeli emas digital mulai dari harga ratusan rupiah saja. Jika sudah terkumpul cukup banyak, kita bisa mencetaknya untuk disimpan di rumah atau tempat penyimpanan khusus emas.

6. Tidak butuh keahlian khusus

Dibandingkan jenis investasi lain seperti saham atau reksa dana, tidak butuh keterampilan khusus untuk mulai mengelola emas secara mandiri.

Beda dengan saham yang harus memperhitungkan banyak faktor saat membelinya, untuk membeli emas kita hanya perlu memperhatikan tren harga jual dan harga beli emas saja. Agar mendapatkan keuntungan maksimal, beli saat harganya turun dan jual saat harganya naik.

untung rugi investasi emas

Kerugian Investasi Emas

7. Tidak bisa mendatangkan passive income

Bagi yang ingin berinvestasi untuk mendapatkan passive income, emas rasanya bukanlah pilihan terbaik.

Saat berinvestasi dalam bentuk saham atau obligasi, kita bisa mendapatkan keuntungan dengan dua cara. Pertama melalui bunga atau dividen, kedua adalah dengan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Jika berinvestasi dalam bentuk emas, maka satu-satunya keuntungan hanya dapat diperoleh saat melakukan transaksi jual beli emas saja.

8. Butuh tempat penyimpanan

Membeli emas, terutama dalam bentuk fisik, butuh tempat penyimpanan khusus.

Jika emas masih dalam jumlah sedikit mungkin tidak akan sulit untuk menyimpannya sendiri di rumah. Tapi jika jumlah emas sudah terlalu banyak, akan sulit untuk menyimpannya sendiri secara aman kecuali kita mau mengeluarkan uang untuk menyewa tempat penyimpanan khusus emas.

9. Rentan hilang dan dicuri orang

Selain sulit disimpan, emas dalam bentuk fisik juga rentan hilang. Dan karena nilainya yang tinggi, emas fisik juga rentan dicuri oleh orang lain. Hal ini tentu akan berbeda dengan aset finansial lainnya seperti saham, obligasi, atau reksadana.


Dengan semua kelebihan dan kekurangan investasi emas, jenis investasi ini akan lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang, bukan untuk mencari keuntungan besar dalam waktu singkat.

Dan jika khawatir masalah kekurangan emas, kita bisa beralih ke emas digital yang lebih aman, lebih mudah disimpan, dan bisa dicairkan sewaktu-waktu.

Leave a Reply