Mengenal Bisnis Thrift Shop Serta Kelebihan dan Kekurangannya

PROFIT.web.id – Dulu bisnis thrift shop dan menjual barang bekas menjadi suatu hal yang aneh dan dianggap sebelah mata. Kini menjual produk preloved atau second hand justru menjadi cukup populer, terutama bagi mereka yang senang berhemat.

Dengan adanya thrift shop, pembeli bisa mendapatkan barang yang diinginkannya dengan harga yang lebih murah dibanding barang baru. Kualitas barang yang didapat pun umumnya masih cukup baik dan sangat layak pakai.

Bagi yang ingin membeli barang tangan kedua atau membuka bisnis thrift store sendiri, kenali dulu yuk peluang bisnis jual barang bekas serta kelebihan dan kekurangan thrift shop tersebut.

Apa Itu Bisnis Thrift Shop?

Thrift berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘hemat’ atau ‘penghematan’. Kata ‘menghemat’ ini sendiri jauh lebih bermakna positif dibanding menyebut barang bekas atau barang seken (second).

Jadi secara harfiah, thrift store atu thrift shop bisa diartikan sebagai toko yang menjual barang-barang bekas yang membuat pembelinya mampu menghemat banyak uang dibanding membeli barang baru.

Sejarah Thrift Shop

Mengutip dari laman time.com, tren thrifting mulai berkembang di akhir abad ke-19 di mana kota-kota berkembang pesat dan menarik banyak imigran. Selain itu revolusi industri memungkinkan pakaian untuk diproduksi secara masal dan membuatnya dapat dibeli dengan harga yang murah. Hal ini membuat ukuran tempat tinggal menjadi semakin kecil, dan membuat pakaian menjadi salah satu ‘korban’ untuk menghemat ruang.

Baju-baju bekas yang tidak terpakai akhirnya dimanfaatkan segelintir orang, terutama imigran Yahudi, untuk dijual. Langkah ini kemudian diikuti oleh kelompok keagamaan Salvation Army dan Goodwill yang mengumpulkan barang-barang bekas donasi untuk dijual kembali.

Sejarah thrift store di amerika hingga populer
Popularitas thrift store meningkat di era The Great Depression dan pasca perang dunia kedua. (sumber: valuevillage.com)

Popularitas thrift store meningkat di era The Great Depression ketika banyak orang kehilangan pekerjaan dan lebih memilih untuk membeli baju bekas dengan harga yang lebih murah. Setelah itu di era pasca perang dunia kedua, tingkat kemakmuran masyarakat meningkat dan membuat mereka menjual baju-baju lama untuk membiayai gaya hidup mereka yang baru.

Di Indonesia, sejarah thrift store tidak terlalu jelas. Mengutip situs katadata.com, baju bekas yang dijual di thrift store umumnya merupakan baju bekas impor yang kebanyakan berasal dar baju sisa department store yang tidak laku terjual dan tertimbun di gudang.

Thrift vs Preloved

Tren penjualan barang-barang bekas memunculkan banyak istilah yang mungkin bisa sedikit rancu dan membingungkan. Selain thrift istilah barang bekas juga seringkali disebut preloved meski keduanya memiliki sedikit perbedaan.

Meski sama-sama berupa barang bekas, thrift dan preloved sebenarnya memiliko konsep yang cukup berbeda. Berdasarkan sejarahnya, barang-barang dari thrift store umumnya berasal dari donasi, terutama dari negara-negara maju. Karena modalnya sangat kecil, barang-barang dari thrift store bisa dibeli dengan harga yang sangat murah.

Barang preloved sendiri merupakan barang pribadi layak pakai yang sudah tidak lagi diinginkan. Jadi daripada dibuang, barang tersebut dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan. Dibandingkan barang thrift haga jual barang preloved umumnya lebih tinggi tergantung kondisi barang. Tidak jarang barang preloved berharga mahal karena berasal dari brand ternama, atau termasuk barang langka yang patut menjadi koleksi.

Jenis Produk Thrift Shop

Di luar negeri, retail thrift store, flea market, atau garage sale menjual berbagai jenis barang-barang rumahan yang tidak terbatas pada produk-produk fashion saja, namun kadang juga ada perabotan rumah tangga besar. Di Indonesia sendiri, thrift store lebih banyak menampilkan produk fashion meski ada juga produk lain yang tidak terlalu banyak jumlahnya.

  • Pakaian: Kategori barang paling populer di thrift store lokal. Produk yang dijual terdiri dari beragam produk fashion mulai dari baju, kemeja, celana, atasan wanita, jaket, dan masih banyak lagi.
  • Sepatu: Sepatu juga jadi barang yang populer di thrift store apalagi di kalangan pecinta sneaker dan pemburu sepatu langka, atau limited edition.
  • Tas dan jam tangan: Tas dan jam tangan juga jadi produk fashion yang tidak kalah menarik untuk diburu di thrift store. Jika beruntung, kadang ada cukup banyak tas danja tangan mewah branded yang bisa didapat dengan harga miring di thrift store.
  • Buku – Buku jadi barang menarik yang juga banyak dijual di thrift store. Tidak mengherankan karena buku umumnya dibaca satu kali dan bisa membuat ruangan menjadi sempit setelah terkumpul dalam jumlah banyak.
  • Peralatan Rumah Tangga – Peralatan rumah tangga lama layak pakai yang tergantikan oleh yang baru juga sering dijual kembali agar tidak menjadi sampah di rumah.
Buku jadi salah satu produk yang banyak ditemukan di thrift store
Buku jadi salah satu produk yang banyak ditemukan di thrift store (sumber: lailimuttamimah.com)

Pada dasarnya semua barang bisa dijual di thrift store selama masih dalam kondisi yang baik dan layak pakai. Khusus untuk barang-barang branded, harga barang bekasnya bisa dijual tergantung merek dan kelangkaan produk tersebut di pasaran.

Kelebihan Bisnis Thrift Shop

1. Populer di kalangan usia muda

Bisnis thrift shop sangat populer di kalangan orang dewasa, terutama remaja. Hal ini menjadi peluang besar karena kalangan milenial dan generation Z jadi pengguna online marketplace terbesar.

Berdasarkan data dari Kompas.com, generasi milenial (1981-1996) menjadi pembelanja terbanyak di online store dengan persentase 50%. Sementara Gen Z (1996-2015) jadi pembelanja terbanyak berikutnya dengan 30%. Makanya bisnis online thrift store jadi salah satu peluang bisnis kekinian yang memiliki potensi pasar yang besar.

2. Jadi Bisnis Kekinian

Meski menjual barang bekas, bukan berarti thrift store sepi peminat. Nyatanya banyak anak muda yang kini tidak gengsi untuk mengenakan produk fashion bekas. Tidak jarang kita menemukan baju bekas thrift store yang malah memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding baju baru.

3. Memenuhi Kebutuhan

Pakaian dan beragam barang yang dijual di thrift store kebanyakan adalah barang yang akan terus dibutuhkan sepanjang tahun. Jika ingin mendapatkan barang dengan harga murah, kemungkinan besar thrift store mampu menyediakannya. Mau barang yang terlihat trendi dan kekinian, thrift store juga bisa menyediakan hal yang sama.

4. Potensi Untung Besar dengan Modal Kecil

Bisnis thrift store bisa dimulai dengan modal kecil namun memiliki potensi keuntungan yang besar. Baju-baju bekas impor umumnya bisa dibeli secara kilioan dengan harga yang murah. Meski nantinya dijual di bawah harga pasar, pemilik toko masih bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan untuk setiap potong pakaian.

5. Menjadi Salah Satu Opsi Belanja

Barang bekas menjadi salah satu opsi belanja yang dipertimbangkan pembeli bila mereka ingin berhemat dan memiliki barang dengan budget yang minim. Makanya di banyak online marketplace kita bisa mensortir barang berdasarkan kondisinya, baik baru maupun bekas.

6. Banyak Platform yang Memudahkan Bisnis Thrift Shop

salah satu kelebihan bisnis thrift store adalah adanya online marketplace yang menyediakan platform jual beli barang bekas

Membuka bisnis thrift store jadi lebih mudah berkat online marketplace yang menyediakan platform jual-beli barang bekas

Sama seperti barang baru, barang-barang bekas juga sangat bisa dijual secara online. Tidak perlu membuat website sendiri, kini semua online marketplace bisa dimanfatkan untuk menjual barang-barang bekas layak pakai.

Beberapa website kini bahkan lebih populer sebagai tempat jual beli barang bekas mengingat ada banyak penjual yang menampilkan barang mereka pada situs tersebut. Sebagai contoh, OLX menyediakan banyak barang second hand dari berbagai kategori, , Carousell jadi situs jual beli baju bekas yang populer, sementara situs seperti Tinkerlust jadi tempat jual beli barang-barang branded preloved.

7. Membantu Mengurangi Limbah Pakaian

Berbelanja barang bekas atau membuka bisnis thrift shop juga dapat membantu mengatasi masalah lingkungan. Sebagai contoh, limbah pakaian menjadi salah satu masalah yang menyebabkan kerusakan lingkungan, terutama yang dibuat dari bahan-bahan yang sulit terurai.

Dengan memanfaatkan kembali barang-barang tersebut, kita bisa membantu mengurangi limbah pakaian , mengurangi polusi, dan membuat bumi lebih sehat.

Kekurangan Thrift Shop

1. Sulit mencari supplier thrift shop

Salah satu hal yang cukup menyulitkan saat akan membuka bisnis thrift store adalah mencari supplier yang bisa memberikan produk yang masih baik. Tidak seperti mencari supplier dropship terpercaya yang jauh lebih mudah dilakukan.

Apalagi kebanyakan baju-baju bekas impor dijual dalam kiloan atau dalam bal karungan yang akan sulit dikontrol kualitasnya saat kita membelinya. Salah memilih supplier malah bisa merugikan kita bila terdapat banyak produk cacat yang tidak layak pakai dan tidak bisa dijual kembali.

2. Harus Mempersiapkan Modal Awal

Saat membuka thrift store, kita harus mempersiapkan modal awal terlebih dahulu. Besarnya modal yang diperlukan akan sangat tergantung strategi jualan kita, terutama bila kita ingin memiliki toko offline yang bisa dikunjungi pembeli.

3. Butuh Waktu dan Tenaga Ekstra

Selain modal awal, membuka bisnis thrift store juga butuh waktu dan tenaga ekstra, terutama untuk memilah-milih barang bekas yang masih layak pakai dan mengkategorikannya berdasarkan kondisi barang. Jika supplier mau menerima komplain, kita mungkin akan cukup sering bolak-balik retur barang.

Tidak cuma itu, penjual baju bekas pun sangat disarankan untuk mencuci pakaian yang akan dijual terlebih dahulu agar lebih aman ketika sampai ke tangan konsumen.

4. Tidak Ada Harga Jual yang Standar

salah satu kekurangan bisnis thrift store adalah tidak adanya nilai standar yang bisa jadi harga patokan barang bekas

Tidak adanya nilai yang standar bisa membuat penjual kesulitan untuk mematok harga jual barang bekas

Satu kekurangan yang cukup menyulitkan dalam menjual barang-barang bekas adalah patokan harga yang tidak standar. Tidak seperti barang baru dari merk tertentu yang memiliki harga eceran yang jelas, barang bekas impor umumnya tidak bermerek dan akan lebih sulit untuk menaksir harganya.

Harga barang bekas memang bisa diatur berdasarkan kondisinya. Namun kita juga harus jeli melihat tren karena beberapa barang bekas memiliki nilai lebih karena desainnya yang unik atau permintaannya yang sedang naik.

5. Tidak sesuai dengan hukum di indonesia

Satu kekurangan bisnis thrifting yang banyak tidak disadari adalah kesesuaiannya dengan hukum di Indonesia. Meski tidak bisa juga sepenuhnya dibilang ilegal, bisnis thrift store berpotensi melanggar hukum, salah satunya kemungkinan adanya bahaya kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas. Apalagi Balai Pengujian Mutu Barang, Dirjen SPK, dan Kementerian Perdagangan sempat menemukan bakteri pada beberapa sampel pakaian bekas impor yang membuat masalah ini menjadi lebih rumit.


Itulah dia penjelasan umum mengenai apa itu bisnis thrift shop serta kelebihan dan kekurangan bisnis tersebut dibanding bisnis lainnya. Meski memiliki beberapa kekurangan, bisnis thrift shop juga memiliki banyak kelebihan yang mendatangkan untung besar bila dikelola dengan baik.

Leave a Reply