8 Tips Menjual Baju Bekas (Preloved) agar Lebih Cepat Laku

PROFIT.web.id – Menjual baju bekas layak pakai kini menjadi tren dan jadi salah satu cara untuk mendapatkan uang dari barang-barang yang tidak lagi terpakai. Apalagi kini ada banyak aplikasi dan website untuk jual baju bekas yang semakin memudahkan kita untuk melakukannya.

Sayangnya menjual baju preloved semacam ini tidak semudah menjual barang-barang yang masih baru. Tentu harus ada kiat tersendiri agar baju bekas kita bisa dilirik dan dibeli orang lain.

Nah, bagi yang ingin coba-coba menjual baju bekas atau memulai bisnis produk fashion second, simak beberapa tips menjual baju preloved agar lebih cepat laku berikut ini.

1. Cek Kondisi Barang

Saat akan menjual barang bekas, hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi barang. Meski kita bisa bebas menjual barang bekas, bukan berarti kita bisa seenaknya menjual barang yang sudah tidak layak kepada orang lain.

Jadi sebelum menjual baju preloved, pastikan baju masih dalam keadaan bagus dan memang masih layak pakai. Jika ada cacat atau kerusakan pada barang, pastikan kita mencantumkannya nanti pada deskripsi barang agar pembeli tidak merasa tertipu.

Cara paling mudah untuk menentukan apakah baju bekas layak untuk dijual kembali adalah dengan menannyakannya pada diri sendiri. Apakah kita mau membeli baju bekas tersebut atau tidak?

2. Cuci dan Setrika Baju Sebelum Dipasarkan

Siapapun pasti akan senang dengan tampilan baju yang bersih dan wangi, meskipun itu bukanlah barang baru. Jadi sebelum memasarkannya, pastikan baju sudah bersih dari noda terlebih dahulu. Bila perlu, baju bisa di-laundry terlebih dahulu agar terlihat rapi dan harum.

3. Ambil Foto yang Baik

Gunakan foto produk yang baik agar baju bekas cepat laku terjual

Gunakan foto produk yang baik agar baju bekas cepat laku terjual

Sama seperti memasarkan barang-barang lainnya, kualitas foto akan sangat menentukan pilihan orang lain saat akan membeli sebuah barang. Foto produk yang terlihat baik tentu akan lebih menarik perhatian dibanding foto yang diambil seadanya bukan?

Untuk dapat mengambil foto produk dengan baik, tidak perlu peralatan mahal. Pastikan baju preloved difoto dari sudut yang baik serta pencahayaan yang cukup agar foto produk tidak terlihat buram. Agar lebih menarik, baju preloved juga bisa difoto di depan background atau menggunakan model.

4. Buat Deskripsi yang Jelas

Selain foto, hal lain yang menjadi pertimbangan seseorang dalam membeli barang secara online adalah adanya deskripsi yang jelas.

Jadi meski menjual pakaian bekas, cantumkan deskripsi lengkap mulai dari merek, bahan, dan ukuran baju tersebut. Selain itu tambahkan pula kondisi barang, tanggal pembelian, dan cantumkan kerusakan bila ada.

Jika ingin memulai bisnis baju preloved, kepercayaan pembeli adalah hal yang sangat penting. Dan hal ini bisa dimulai dengan membuat deskripsi yang jujur dan apa adanya.

5. Cantumkan Alasan Dijual

Pada deskripsi pakaian, kita juga bisa mencantumkan alasan kenapa kita menjual pakaian tersebut. Misalnya saja baju dijual karena sudah tidak lagi muat di tubuh kita, salah beli, atau modelnya yang sudah tidak lagi cocok dengan selera kita.

6. Pasarkan dengan Harga yang Wajar

Salah satu alasan kenapa orang senang berbelanja baju bekas adalah harganya yang relatif jauh lebih murah. Makanya baju bekas akan sulit terjual bila harganya terlalu tinggi, apalagi bila mendekati harga baju baru.

Saat menjual baju bekas, pertimbangkan beberapa faktor penting seperti kondisi baju, usianya, hingga kualitas baju tersebut. Sebagai perbandingan, tidak ada salahnya untuk memeriksa harga baju bekas di beberapa aplikasi jual beli online.

7. Pasarkan Lewat Sosial Media atau Situs Jual Beli Online

Promosikan jualan di platform sosial media agar baju bekas cepat laku

Promosikan jualan di platform sosial media agar baju bekas cepat laku

Menjual baju bekas kini bisa dilakukan dengan mudah berkat adanya sosial media dan online marketplace. cukup buat akun gratis, kita pun bisa menawarkan barang pada pasar yang luas tanpa perlu pergi ke luar rumah.

Media sosial seperti Instagram atau Facebook Marketplace jadi pilihan utama yang bisa dipakai untuk jualan online. Agar postingan lebih mudah ditemukan, pastikan untuk menggunakan hashtag yang sesuai.

Selain media sosial, kita juga bisa menjual baju preloved melalui situs e-commerce populer seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Sebagai alternatif, kita juga bisa menggunakan aplikasi jual beli yang cukup populer dengan produk fashion tangan kedua seperti Carousell atau Tinkerlust.

Dibandingkan dengan sosial media, aplikasi e-commerce memiliki tingkat transaksi yang lebih aman karena sudah dilengkapi dengan fitur escrow.

8. Berikan Pelayanan Terbaik

Banyaknya penjual yang menawarkan baju-baju preloved tentu membuat persaingan juga semakin ketat. Namun pelayanan yang baik bisa membuat kita memiliki nilai lebih dibanding penjual lainnya. Tidak jarang pelayanan yang baik akan membuat kita lebih diingat dan lebih mudah untuk menawarkan barang jualan lain kepada orang yang sama.

Salah satu cara untuk memberi pelayanan terbaik adalah dengan merespon pertanyaan pembeli dengan cepat. Jangan sampai mereka menunggu lama hingga mengurungkan niat mereka untuk membeli. Jika kita kesulitan untuk membalas di jam-jam tertentu, tidak ada salahnya untuk mencantumkan waktu online pada deskripsi barang.


Itulah dia beberapa tips menjual baju bekas yang bisa jadi inspirasi. Jadi daripada membiarkan baju preloved tidak terpakai, lebih baik dijual untuk mendapatkan uang bukan?

Leave a Reply