Kisah Sukses Mayora jadi ‘Raja’ di Luar Negeri

PROFIT.web.id – Makanan dan minuman ringan jadi teman yang asik untuk menemani waktu santai. Beragam pilihan bentuk dan varian rasanya membuatnya cocok untuk disantap kapan saja dan di mana saja.

Di antara banyak merek yang beredar di Indonesia, ada beberapa nama yang cukup menonjol seperti Roma Malkist, Sari Gandum, Kopiko, Beng Beng, Energen, Astor, Teh Pucuk, atau Torabika. Uniknya, produk-produk tersebut ternyata dimiliki oleh perusahaan yang sama, yaitu PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan).

Tidak hanya populer di dalam negeri, produk-produk Mayora Indah juga bisa ditemukan dengan mudah di luar negeri. Jajanan seperti permen Kopiko bahkan sempat heboh saat muncul pada drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha dan Vincenzo, hingga dibawa oleh para astronot ke luar angkasa.

Untuk bisa sukses di negeri orang tentu bukan hal yang mudah. Lalu apa kunci sukses Mayora hingga produk-produknya bisa dinikmati dan digemari di luar negeri?

Sejarah Mayora

Mayora didirikan pada tahun 1977 oleh seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti bernama Jogi Hendra Atmadja. Beliau mendirikan pabrik pertamanya di Tangerang bersama dua orang rekannya, Drs. Raden Soedigdo dan dan Ir. Darmawan Kurnia. Jogi sendiri bertindak sebagai komisaris utama yang bertugas mengawasi kinerja direksi.

Produk pertama yang menjadi andalan Mayora adalah Marie Biscuits yang terinspirasi dari produk rumahan yang dibuat di dapur rumah Jogi. Kini Mayora memiliki berbagai varian produk mulai dari permen, wafer, coklat, sereal, kopi, minuman, serta mie instan.

Tidak hanya laris di pasar Indonesia, banyak produk Mayora yang kini juga beredar di pasar luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, produk tersebut bisa didapat di lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

Kisah Sukses Mayora di Luar Negeri

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies, PT. Mayora Indah Tbk membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri. Makanya produk-produk mereka bisa diterima dengan baik dan sukses di kalangan warga asing.

Sebagai contoh, Kopiko boleh dibilang menjadi merek permen paling populer di dunia. Seperti disebutkan sebelumnya, permen ini bahkan berhasil muncul di serial drama Korea populer serta menjadi perbincangan saat menjadi camilan yang dibawa astronot ISS ke luar angkasa.

Tidak cuma permennya saja, minuman Kopiko sache dalam kemasan botol pun cukup sukses di pasar Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina. Minuman sereal instan Energen pun tidak kalah suksesnya di negara-negara tersebut.

Kopiko jadi salah satu produk unggulan Mayora di kawasan ASEAN

Produk Mayora lain yang sangat populer di dunia adalah kopi Torabika yang mampu mempenetrasi pasar Timur Tengah, Lebanon, dan Rusia. Selain itu pasta coklat Choki Choki juga jadi jajanan yang laris di Malaysia, Thailand, India, Afrika, serta beberapa negara Arab.

Performa biskuit buatan Mayora pun tidak mau ketinggalan. Biskuit Malkist dan Beng Beng sukses besar di Thailand, sementara Biskuit Danisa menjadi salah satu pilihan populer di pasar Vietnam dan Cina.

BIla ditotal, porsi ekspor Mayora dapat mencapai 40%-50% dari omzetnya. Nilai ini jauh lebih tinggi dibanding kompetitor lokal lain yang umumnya hanya mampu mencetak porsi ekspor sekita 10% atau di bawahnya. Maka tidak heran bila kinerja Mayora dalam menancapkan brand mereka di pasar global membuat mereka mendapatkan penghargaan The Best FMCG Company in Export Market 2021 versi CNBC Indonesia Awards 2021.

Kunci Sukses Mayora

1. Inovasi

Kalimat ‘Satu Lagi dari Mayora’ jadi slogan yang tidak ketinggalan disematkan pada setiap peluncuran produk baru Mayora. Nyatanya, inovasi yang dilakukan Mayora membuat produk mereka menjadi pionir baru di market potensial yang sebelumnya belum terjamah.

Sebagai contoh, Kopiko menjadi permen kopi pertama, sementara Astor dan Energen masing-masing menjadi pelopor produk wafer stik dan minuman sereal.

Tidak cuma memasarkan produk baru, inovasi juga dilakukan untuk bisa bersaing di pasar yang sudah mapan. Hal ini bisa dilihat ketika Mayora meluncurkan merek Teh Pucuk Harum dan Le Minerale (bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya) untuk menantang produk-produk mapan yang sudah lebih dulu merajai pasar di Indonesia.

2. Promosi

Selain inovasi, kunci sukses Mayora di kancah domestik dan internasional adalah promosi yang mereka lakukan. Di Indonesia sendiri sulit mencari pesaing lain yang berani berinvestasi gila-gilaan dalam mempromosikan produk mereka, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri.

Promosi gencar Mayora Indah dalam mempromosikan permen Kopiko melalui drama Korea

Sebagai contoh, berdasarkan data riset Nielsen dari tahun 2011-2012, promosi Teh Pucuk Harum menghabiskan dana sekitar 226.39 milyar hanya untuk beriklan di TV. Sementara biaya yang diperlukan untuk menghadirkan Kopiko pada serial drama Korea Vincenzo menghabiskan dana 400 juta Won, atau sekitar 5 miliar Rupiah untuk 4 scene yang mereka dapat.

3. Adaptasi

Beda negara, tentu beda pemahaman mereka akan cita rasa sebuah makanan dan minuman. Karena itulah, produk yang akan dipasarkan di negara tujuan ekspor harus sesuai dengan selera masyarakat di sana agar produk tersebut lebih mudah diterima.

Mayora sendiri memperhatikan dengan baik detail ini dengan melakukan research and development, inovasi, dan lain-lain. Dengan begitu produk mereka akan memiliki taste yang tidak asing di lidah warga lokal dan bisa bersaing untuk menjadi merek nomor satu.

4. Distribusi

Kunci sukses Mayora yang tidak kalah pentingnya adalah masalah distribusi. Mayora memiliki kebijakan agar seluruh produk yang diekspor dibuat di dalam negeri. Hal ini akan memudahkan proses quality control sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri dan perekonomian Indonesia.

5. Harga

Faktor terakhir yang menjadi kunci sukses Mayora adalah masalah harga. Faktor ini penting mengingat masing-masing masyarakat di berbagai negara memiliki kemampuan daya beli yang berbeda-beda pula. Jadi harga produk yang berlaku di luar negeri tentu tidak bisa disamakan dengan produk yang dijual di dalam negeri. Dengan begitu produk-produk Mayora akan memiliki harga yang tetap terjangkau dan lebih mudah bersaing di pasar manapun.

Sumber:

  • https://akurat.co/kunci-sukses-mayora-jadi-market-leader-di-beberapa-negara
  • https://www.hipwee.com/sukses/kisah-sukses-mayora/
  • https://finance.detik.com/sosok/d-5801335/jualan-kopiko-hingga-astor-jogi-hendra-atmadja-sukses-jadi-orang-terkaya-ri/2
  • https://www.cnbcindonesia.com/market/20211130103422-17-295409/mayora-dari-indonesia-untuk-dunia/2
  • https://infobrand.id/terungkap-budget-iklan-kopiko-di-drakor-vincenzo-capai-rp-5-miliar.phtml
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Mayora_Indah

Leave a Reply