6 Kesalahan dalam Mengelola Bisnis Franchise oleh Franchisee

PROFIT.web.id – Bisnis franchise menjadi salah satu solusi dalam memulai sebuah bisnis. Dengan sistem waralaba, calon pengusaha tidak perlu lagi repot memikirkan konsep dan persiapan lainnya, dan bisa mengikuti formula bisnis jadi yang sudah terbukti menguntungkan.

Meski terlihat mudah, bisnis franchise juga sama dengan bisnis konvensional lain yang juga memiliki potensi kerugian. Jadi sepopuler apapun bisnis franchise yang dijalani, potensi kerugian pasti tetap ada, apalagi jika dikelola asal-asalan dan tanpat perhitungan yang matang.

Nah, agar tidak salah dalam mengelolanya, berikut adalah beberapa kesalahan dalam mengelola bisnis bagi pembeli franchise (franchisee) yang harus diwaspadai.

Kesalahan dalam mengelola bisnis franchise yang dilakukan oleh franchisee

1. Salah membeli bisnis franchise

Saat ini tidak sulit untuk memilih bisnis franchise dari berbagai bidang mulai dari kuliner, laundry, hingga penyedia jasa. Masing-masing bisnis tentu menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan untuk pebisnis pemula.

Meski begitu membeli franchise tidak boleh sembarangan, kita harus menilai banyak hal terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengikuti bisnis tersebut. Salah memilih malah bisa membuat kita merugi dan kehilangan modal awal yang kita gunakan.

Agar tidak salah dalam memilih bisnis franchise, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan terlebih dahulu. Salah satu yang paling penting adalah reputasi franchise tersebut. Apakah bisnis tersebut memiliki citra yang positif di masyarakat?

Karena bisnis franchise akan terikat satu dengan yang lainnya. Penting untuk memastikan reputasi bisnis tersebut agar tidak mempengaruhi outlet kita nantinya.

2. Salah memilih lokasi

Lokasi usaha jadi salah satu elemen penting dalam membuka sebuah bisnis. Tempat yang ramai calon pelanggan tentu akan membawa potensi keuntungan yang lebih besar pula bukan?

Meski begitu hal tersebut juga bukan jaminan bisnis franchise kita akan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Karena kecocokan bisnis dengan lingkungan sekitar juga bisa mempengaruhi kelancaran bisnis yang kita miliki.

Sebagai contoh, jasa makanan kekinian akan lebih laris saat ditempatkan di lokasi yang banyak disinggahi target pasar kita seperti sekolah atau kampus. Begitu pun jasa laundry yang mungkin akan lebih banyak digunakan oleh rumah tangga yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

3. Mencoba bisnis franchise kekinian

Saat mempertimbangkan bisnis franchise, tidak jarang kita lebih memilih untuk mencoba bisnis kekinian yang sedang viral dan banyak dinikmati. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih berdasarkan hal tersebut, karena bisnis semacam ini sangat rentan jatuh dalam waktu singkat pula.

Namun tidak ada salahnya jika ingin mencoba bisnis kekinian. Kita bisa menerapkan strategi agar bisa cepat untung di awal ketika masih ada banyak peminat bisnis franchise tersebut. Bila peminatnya mulai sepi, kita bisa menyiapkan bisnis kekinian lainnya untuk menggantikan bisnis yang lama.

4. Berhutang tanpa memperhitungkan untung dan rugi

Bisnis franchise ditawarkan dengan harga yang sangat bervariasi. Beberapa franchise makanan yang bermodalkan stand umumnya masih sangat terjangkau, namun beberapa lainnya yang membutuhkan tempat khusus tentu memiliki modal awal yang lebih besar.

Meski begitu ada juga bisnis franchise yang butuh modal lebih besar. Kisarannya antara puluhan juta hingga milyaran rupiah.

Bagi kebanyakan orang, menyiapkan modal sebanyak itu tentu bukan perkara mudah. Namun melihat prosek keuntungan yang bisa didapat, tidak jarang ada pebisnis yang berspekulasi dan meminjam dana untuk memulai bisnis mereka.

Hal ini tentu saja bukan hal yang salah. Yang membuatnya sangat berisiko adalah ketika hal tersebut dilakukan tanpa menghitung terlebih dahulu untung dan rugi bisnis yang akan dijalani nantinya.

Bisnis sendiri bukanlah sesuatu yang pasti. Meski bisnis franchise yang diambil sudah dikenal banyak orang, belum tentu bisnis tersebut akan berlari kencang sejak awal. Jadi jika ingin berhutang untuk modal usaha franchise, pastikan sudah memperhitungkan untung dan ruginya agar kita tidak keteteran saat mencicil hutang tersebut.

5. Keliru dalam memilih partner bisnis

Modal bisnis franchise yang besar seringkali diakali dengan cara patungan. Dengan begitu beban modal menjadi lebih ringan dan kita pun tidak perlu berhutang dan membayar bunga yang cukup membebani.

Meski begitu memilih partner bisnis yang tepat dan bisa dipercaya mungkin bukan perkara yang mudah, bahkan jika kita bekerja sama dengan teman atau bahkan anggota keluarga sendiri.

Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan sudah ada peraturan dan ketentuan hitam di atas putih terlebih dahulu. Pastikan poin-poin seputar pembagian keuntungan dan hal lainnya diatur dengan jelas, agar salah satu pihak tidak ada yang dirugikan selama bisnis franchise dijalankan.

6. Mengubah sistem waralaba

Sistem franchise atau waralaba dibuat sedemikian rupa agar bisnis yang menerapkan metode tersebut dapat memperluas bisnis mereka tanpa perlu mengorbankan kualitas serta sistem yang mereka buat.

Di satu sisi hal ini akan menguntungkan pebisnis pemula yang tidak mau repot untuk membuat konsep bisnis mereka sendiri. Namun hal ini juga berarti bahwa tidak ada kebebasan bagi kita untuk mengubah sistem franchise yang ada, meski hal tersebut berpotensi mendatangkan keuntungan lebih untuk kita.

Hal ini sendiri umumnya sudah tertuang pada perjanjian awal yang dilakukan. Jika mengubah bisnis tanpa seizin pemilik franchise, bukan tidak mungkin kita malah akan menerima denda atau dikeluarkan dari keanggotaan.

Leave a Reply