8 Kesalahan Investasi Emas yang Harus dihindari

PROFIT.web.id – Investasi emas adalah salah satu jenis investasi yang mudah dilakukan siapa saja. Salah satu kelebihan investasi emas adalah tingkat likuiditasnya yang tinggi serta harganya yang cenderung naik setiap tahunnya.

Namun sama seperti investasi lain pada umumnya, emas juga memiliki risiko sehingga butuh perhitungan cermat jika tidak ingin merugi. Karena itulah, tetap berhati-hati saat membeli emas dan hindari beberapa kesalahan investasi emas berikut ini.

kesalahan investasi emas yang harus dihindari investor pemula

1. Tidak Mengerti Tujuan Investasi Emas

Kesalahan mendasar yang seringkali dilakukan pemula adalah tidak mengerti tujuan investasi emas. Padahal jika dilakukan hanya karena tergiur untung besar atau cuma gaya-gayaan saja, maka investasi emas bisa berakhir sia-sia.

Jadi sebelum mulai, pastikan kita sudah mengetahui terlebih dahulu kekurangan dan kelebihan investasi emas. Selain itu patut diketahui bahwa emas adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa membuat kita kaya hanya dalam waktu singkat.

Dan jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, belilah emas dalam bentuk batangan, bukannya melakukan investasi emas dalam bentuk perhiasan.

2. Tidak Melakukan Riset Harga Sebelum Membeli Emas

Emas adalah jenis investasi yang relatif stabil, bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya. Meski begitu bukan berarti kita bisa bebas membeli emas kapan saja.

JIka ingin membeli emas untuk investasi, jangan terburu-buru untuk membeli emas. Lakukan riset terlebih dahulu agar kita bisa mengetahui posisi harga emas saat itu juga. Fluktuasi harga emas sepanjang tahun nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan untung yang lebih maksimal.

Tidak hanya itu saja, membandingkan harga emas dan melakukan riset kecil-kecilan juga bisa membantu kita saat akan membeli emas secara langsung. Dengan begitu penjual tidak bisa semena-mena menaikan harga emas di atas harga pasar.

3. Tidak Memperhatikan Kemurnian Emas

Kemurnian emas jadi satu hal yang harus diperhatikan saat membeli emas karena kadar emas bisa mempengaruhi harga jual dan beli emas tersebut.

JIka membeli emas Antam, umumnya sudah ada label atau sertifikat yang memberikan informasi terpercaya mengenai kandungan emas yang digunakan. Namun jika membeli emas dalam bentuk lain seperti perhiasan, akan sulit untuk memastikan kemurnian emas, bahkan untuk yang berpengalaman sekalipun.

Emas dalam bentuk perhiasan umumnya dibuat dengan mencampurkan logam lain seperti perak atau kuningan. Hal ini tentu akan menyulitkan saat kita akan menjualnya kembali. Jadi jika ingin investasi emas, baiknya membeli emas dalam bentuk batangan saja, jangan dalam bentuk perhiasan.

4. Tidak Menyediakan Tempat Penyimpanan Emas

Emas adalah barang berharga yang rentan hilang dan rawan untuk dicuri. Jadi sebelum membeli emas fisik, pastikan kita sudah memiliki tempat penyimpanan emas yang layak dan aman seperti brankas, apalagi jika emas tersimpan dalam jumlah banyak.

Sebagai alternatif, kita juga bisa menyewa tempat penyimpaan emas di bank atau Pegadaian agar emas lebih aman dan terjamin.

5. Membeli Emas di Sembarang Tempat

Saat ini tidak sulit untuk mencari penjual emas, baik secara offline maupun online. Selain mendatangi langsung tempat penjualan emas fisik, kita juga bisa membeli emas digital melalui aplikasi jual beli emas online.

Di manapun kita membelinya, pastikan emas di dapat di tempat yang terpercaya. Jika membeli emas batangan secara offline, kita bisa mendapatkannya dari Pegadaian atau Butik Antam. Dan saat membelinya secara online, pastikan kredibilitas penyedia layanan dan cek legalitas serta lokasi kantornya.

6. Menghabiskan Uang untuk Membeli Emas

Dengan tingkat kenaikan harga yang bisa lebih tinggi dari tabungan, banyak investor emas pemula yang memilih untuk menyimpan sebagian besar uangnya dalam bentuk emas.

Meski bisa dijual kapan saja saat kita membutuhkan uang cash, membeli emas dalam jumlah banyak sekaligus bukanlah langkah yang tepat. Sebagai investor cerdas, kita perlu mengatur keuangan dengan baik dan tidak menghabiskannya di satu tempat saja.

Jika ingin membeli dalam jumlah banyak, pastikan kita juga memiliki tabungan dan dana darurat yang memadai. Selain itu kita juga bisa membeli emas dalam beberapa pecahan seperti 1, 2, 3, atau 5 gram agar lebih mudah dijual saat butuh dana mendesak.

7. Salah Membeli Emas Daur Ulang

hati-hati saat membeli emas daur ulang dalam bentuk perhiasan

Emas daur ulang atau scrap gold adalah emas yang berasal dari daur ulang emas-emas tua seperti emas yang berasal dari benda elektronik. Emas semacam ini sering kali dijadikan perhiasan dan dijual dengan harga yang sangat murah.

Meski begitu emas daur ulang memiliki banyak risiko, salah satunya adalah tingkat kemurnian yang meragukan. Dengan begitu perhiasan yang dibuat dari emas daur ulang akan memiliki harga jual yang rendah, dan kadang malah sulit untuk dijual kembali.

8. Membeli Emas dengan Berhutang

Kesalahan investasi emas terakhir adalah membeli emas dengan cara berhutang, apalagi jika hutang didapat dari bank atau institusi lain yang menerapkan bunga pinjaman. Padahal untung dari investasi emas baru bisa didapat secara maksmal setelah beberapa tahun. Dibandingkan berhutang, lebih baik membuka tabungan emas dan mulai mencicil emas dengan berat yang kita inginkan.


Sama seperti investasi lainnya, emas juga memiliki risiko tersendiri. Jadi pastikan kita sudah memahami betul kelebihan serta kekurangan emas sebagai investasi serta menghindari semua kesalahan investasi emas di atas agar tidak merugi.

Leave a Reply