7 Kelebihan dan Kekurangan Depostito Bank

PROFIT.web.id – Deposito jadi salah satu produk perbankan yang banyak ditawarkan sebagai alternatif tabungan biasa. Meski sama-sama dilakukan dengan cara menyetorkan uang ke bank, tabungan biasa dan deposito memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Dengan tingkat bunga yang lebih tinggi, deposito bisa jadi salah satu cara untuk berinvestasi. Namun sebelum membuka depostito, yuk kenali dulu kelebihan serta kekurangan deposito bank tersebut.

kelebihan dan kekurangan deposito bank dibanding tabungan biasa dan jenis investasi lainnya

Kelebihan Deposito Bank

1. Suku bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa

Dibandingkan tabungan biasa, suku bunga deposito jauh lebih besar dan bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan. Selainitu dana yang tersimpan dalam deposito juga tidak dikenakan biaya administrasi bulanan seperti tabungan biasa.

2. Sarana Investasi yang Terjamin

Suku bunganya yang tinggi membuat deposito bisa digunakan sebagai investasi dibanding hanya menyimpannya dalam bentuk tabungan saja. Apalagi deposito bank juga dijamin aman sepenuhnya oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Menyimpan uang dalam bentuk deposito berarti nilai pokok uang yang kita setorkan akan terjaga lebih baik. Jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti bank yang bangkrut, maka deposito akan tetap aman karena sudah dijami LPS dengan batas nominal yang sudah ditentukan.

3. Risiko kerugian yang kecil

Bagi yang ingin mencari investasi yang minim risiko, membuka deposito bisa jadi salah satu alternatif terbaik. Selain dijamin oleh LPS, dana deposito pun dikelola dengan profesional oleh pihak bank sehingga aman dari penyelewengan dan mendatangkan untung dengan risiko gagal yang sangat kecil.

4. Pendapatan per Tenor

Beda dari tabungan biasa, uang yang tersimpan dalam deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo tanpa terkena denda.

Namun kini ada beberapa bank di Indonesia yang memberikan kemudahan pada nasabahnya agar bisa mengambil bunga dari deposito. Dana tersebut pun bisa ditransfer langsung ke rekening yang diinginkan sehingga kita bisa memiliki pendapatan rutin dalam bentuk bunga deposito tersebut.

Kerugian Deposito Bank

5. Tidak bisa mengatur keuntungan sendiri

Membuka deposito artinya kita menitipkan sebagian uang agar dapat dikelola oleh pihak bank dengan imbalan keuntungan yang lebih besar. Kita pun hanya perlu menyetorkan ‘modal’ tanpa perlu repot mencari cara untuk mengalokasikan dana tersebut.

Meski tetap menghasilkan keuntungan, hasil yang didapat mungkin akan jauh berbeda bila dana tersebut dikelola langsung oleh kita sendiri. Kita pun bisa lebih bebas menentukan jenis investasi yang akan dilakukan untuk mendapatkan untung yang lebih optimal meski risikonya juga akan jauh meningkat.

6. Rentan terhadap inflasi

Inflasi adalah salah satu penyebab kenapa nilai mata uang terus tergerus setiap tahunnya. Jika dulu uang Rp500 ribu bisa digunakan untuk membeli satu gram emas, kini dengan jumlah yang sama kita hanya bisa mendapatkan setengahnya saja. Begitu pula dengan tabungan. Uang Rp1 juta yang berada di tabungan hari ini cenderung memiliki nilai yang lebih rendah di tahun berikutnya.

Adanya inflasi juga akan mempengaruhi nilai mata uang yang tersimpan dalam deposito bank. Jadi meski mendapatkan suku bunga yang lebih besar, hal tersebut bisa saja hanya bisa menutupi nilai yang hilang akibat inflasi sehingga nilai yang kita dapat tidaklah terlalu besar.

7. Keuntungan yang lebih kecil dibanding investasi lainnya

Umumnya semakin aman sebuah investasi, maka keuntungannya juga akan semakin kecil. Jadi tidak heran jika banyak investasi yang menguntungkan memiliki risiko yang cukup tinggi pula.

Makanya, meski suku bunganya lebih tinggi daripada tabungan biasa, dibandingkan jenis investasi lainnya, suku bunga desposito bank tergolong sangat rendah.

Leave a Reply