Yuk Kenali Arti COD agar Tidak Salah Paham!

PROFIT.web.id – Akhir-akhir ini COD (cash on delivery) menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Bukan karena manfaatnya, namun karena banyak yang masih belum mengerti sistem COD sehingga banyak kesalahpahaman saat diterapkan dalam jual beli online.

Nah, agar tidak salah paham mengenai ketentuan COD, simak dulu pengertian apa itu COD agar keliru saat membeli barang online.

pengertian apa itu cod (cash on delivery)

Apa Arti COD?

Seperti disebutkan di atas, COD adalah kepanjangan dari cash on delivery, yang artinya proses pembayaran bisa dilakukan ketika barang sudah sampai di tangan konsumen.

Sistem COD sendiri bukanlah hal yang baru karena hal ini sudah digunakan sebleum situs-situs e-commerce meledak seperti sekarang.

Dulu penggunaan sistem COD jadi salah satu cara untuk menghindari penipuan online. Konsumen dapat langsung melihat barang yang akan dijual sebelum mentransfer uang atau membayar barang tersebut kepada penjual.

Sistem COD sendiri umumnya dilakukan jika lokasi pembeli dan penjual berada dalam jarak yang tidak terlau jauh. Dengan begitu baik penjual maupun pembeli dapat bertemu langsung di tempat yang telah disepakati.

COD pada Situs Jual Beli Online

Dahulu COD biasanya dilakukan langsung oleh penjual atau pembeli. Bila menggunakan kurir pun biasanya akan langsung ditunjuk oleh si penjual itu sendiri.

Namun kini ada banyak aplikasi jual beli online yang bisa bayar COD seperti Lazada, Blibli, Tokopedia, atau JD.ID. Dengan begitu penjual bisa menggunakan jasa kurir untuk mengantarkan barang pesanan pembeli. Penjual pun tidak perlu bertemu langsung dengan calon pembeli dan hanya perlu mengemas barang dan menerima pembayaran saja.

Sistem COD pada aplikasi e-commerce juga dipermudah dengan minimnya biaya yang diperlukan untuk melakukan COD. Sebagai contoh, Shopee menggratiskan jasa COD menggunakan kurir untuk pesanan pertama hingga ke-6 kalinya. Hal ini tentunya menjadi berkah bagi penjual yang tidak perlu mengeluarkan ongkos kirim tambahan saat akan melakukan transaksi.

Contoh Jual Beli Online dengan Sistem COD

Ada dua skenario di mana pembeli bisa membeli barang secara COD, yaitu langsung dengan penjual atau melalui aplikasi jual beli online.

Skenario pertama: Membeli dengan sistem COD langsung dari penjual

Jika membeli langsung dari penjual, baik melalui website resmi mereka atau sosial media, calon pembeli bisa menanyakan terlebih dahulu mengenai ada atau tidaknya sistem pembayaran COD.

Bila ternyata ada, calon pembei dan penjual bisa mendiskusikan lokasi dan waktu COD. Setelah bertemu, calon pembeli bisa memeriksa barang terlebih dahulu untuk memastikan barang pesanan tidak cacat dan sesuai dengan pesanan. Jika sudah sepakat, pembeli akan membayar tagihan dan proses COD pun selesai.

Skenario kedua: Membeli dengan sistem COD melalui aplikasi e-commerce

Jika membeli melalui aplikasi e-commerce, calon pembeli harus melihat apakah penjual menerima sistem pembayaran COD atau tidak. Bila iya, maka lakukan transaksi seperti biasa lalu pilih metode pembayaran COD saat checkout.

Setelah selesai, penjual menyiapkan barang dan menunggu hingga barang diambil oleh kurir COD yang telah dipilih pembeli. Bila sudah, kurir akan membawa barang hingga sampai ke tangan konsumen.

Sayangnya pada skema melalui aplikasi, calon pembeli tidak bisa memeriksa barang yang sudah dibungkus rapi oleh penjual. Jika bungkus dibuka paksa, maka calon pembeli harus membayar barang yang sudah dikirim.

JIka barang sudah diterima, pembeli bisa menyelesaikan transaksi pada aplikasi agar pembayaran bisa diteruskan kepada penjual.

Kelebihan dan Kekurangan COD

kelebihan dan kekurangan transaksi online dengan sistem pembayaran COD

Transaksi online menggunakan metode pembayaran COD memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan yang bisa dipertimbangkan sebelum digunakan, antara lain:

1. Kelebihan Sistem Pembayaran COD

  • Penjual bisa meningkatkan reputasi dan kepercayaan dari pembeli karena memperbolehkan calon pembeli untuk memeriksa barang terlebih dahulu.
  • Pembeli terhindar dari barang palsu, cacat, atau rusak yang marak dijual secara online atau tidak sesuai pesanan.
  • Pembeli tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan barang.
  • Pembeli tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk ongkir (ongkos kirim).
  • Pada beberapa kasus, calon pembeli bisa bertemu langsung dengan pelanggan dan berkonsultasi mengenai barang atau cara pemakaiannya

2. Kekurangan Sistem Pembayaran COD

  • Berpotensi mendatangkan kerugian untuk penjual jika pembelian dibatalkan pihak pembeli tanpa alasan yang jelas.
  • Ada risiko penipuan oleh calon pembeli yang menggunakan uang tunai palsu.
  • Ada risiko tindak kejahatan oleh calon pembeli yang ingin menguasai barang si penjual tanpa membayar.
  • Jangkauan COD sangat terbatas, bahkan ada penjual yang tidak melayani COD meski berada di satu kota. Jadi baik pembeli maupun penjual harus bisa menemukan titik temu yang sama-sama tidak merugikan.
  • Ada potensi ongkos ekstra yang harus dikeluarkan saat akan bertemu, baik oleh penjual maupun kedua belah pihak.

Itulah penjelasan singkat mengenai apa arti COD serta kelebihan dan kekurangannya. Jika diterapkan dengan benar, COD bisa meningkatkan reputasi seller di mata calon pembeli. Pembeli pun bisa mendapatkan barang yang tidak cacat dan sesuai dengan pesanan.

Leave a Reply